Sabtu, 14 Januari 2012

trikoma

Trikoma
Trikoma merupakan salah satu alat tumbuhan atau derivate dari jaringan epidermis. Trikoma atau rambut daun banyak ditemukan di tulang helaian daun, di biji, dan ada juga yang terdapat di buah yang disebut dengan rambut buah. Berdasarkan ada tidaknya fungsi sekresi, trikoma dibedakan menjadi :
Trikoma glanduler, yaitu trikoma yang memeiliki secret dan berfungsi untuk sekresi.
Trikoma non glanduler, yaitu trikoma yang tidak memiliki secret dan tjuga tidak memiliki fungsi sekresi.
Sedangkan berdasarkan jumlah sel penyusunnya, trikoma dibedakan menjadi :
Uniseluler, umumnya trikoma uniseluler tidak bercabang. Namun adakalanya yang bercabang.
Multiseluler, pada trikoma ini ada yang cabangnya seperti pohon, ada yang memanjang, dan ada juga yang mendatar.

Trikomamemiliki fungsi spesifik terhadap masing-masing organ tumbuhan. Antara lain:
Pada akar
Berfungsi untuk menyerap air dan unsure-unsur hara.
Pada epidermis daun
Berfungsi  untuk memgurangi besarnya penguapan.
Rambut gatal yang berfungsi untuk mengurangi gangguan yang disebabkan oleh hewan maupun manusia.
Pada biji
Membuat biji menjadi ringan, sehingga memudahkan menerbangkan biji dan membantu penyerbukan.
Karena mudah diserap air, sehingga mempercepat pertumbuhan biji,
Mencegah serangga yang akan merusak biji.
Pada bunga
Nektaria, akan menghasilkan madu untuk menarik perhatian serangga yang nantinya akan membantu dalam penyerbukan,
Pada kepala putik, akan mengekuarkan zat perekat sehingga serbuk sari akan mudah melekat.
Pada batang
Mengurangi besarnya penguapan air,
Mempermudah untuk memanjat.
 Pada praktikumku di semester 2 ini, trikoma yang aku amati adalah trikoma yang letaknya di epidermis daun. Sehingga bagian yang nantinya akan disayat dan diamati adalah tulang helaian daun. Bahan-bahan yang dipergunakan antara lain sebagai berikut:
Daun Hibiscus rosa-sinensis (Daun bunga sepatu)
Daun Datura metel (Kecubung)
Daun Vernonia cinerea (sejenis daun berbunga ungu)
Daun Morus alba (Murbei)
Daun Durio zibethinus (Daun durian)
Daun Orthosiphon sp (Kumis Kucing)
Daun Artocarpus communis (Daun Keluwih)
Daun Arachis Hipogea (Daun Kacang Panjan g)

Dari hasil pengamatan, diperoleh gambar sebagai berikut.
Daun Hibiscus rosa-sinensis (Daun bunga sepatu)
Daun Hibiscus rosa-sinensis memiliki bentuk trikoma jenis bintang yang multiseluler, di dalam selnya masing-masing terdapat sistolit yang berfungsi untuk fungsi sekresi. Sehingga trikoma ini termasuk dalam trikoma glanduler. Selain itu, Daun bunga sepatu ini memiliki jenis trikoma lain, yaitu trikoma jenis rambut uniseluler.
Daun Datura metel (Kecubung)
Daun Datura metel memiliki jenis trikoma rambut yang multiseluler, dan di dalamnya terdapat sistolit seperti halnya yang terdapat pada Hibiscus rosa-sinensis. Trikoma ini berjenis glanduler. Selainitu juga ditemukan trikoma bentuk lain, yaitu trikoma bentuk globoid multiseluler yang bentuknya hampir bulat.
Daun Vernonia cinerea (sejenis daun berbunga ungu)
Daun ini memiliki trikoma bentuk T, namun di dalam sel trikoma tersebut tidak terdapat sistolit sehingga masuk dalam trikoma nongalanduler. Selain itu juga ditemukan trikoma bentuk rambut multiseluler dalam daun ini.
Daun Morus alba (Murbei)
Morus alba memiliki bentuk trikoma rambut uniseluler, dimana terdapat sistolit dalam sel trikomanya. Hal ini menandakan bahwa dia termasuk dalam trikoma jenis glanduler.
Daun Durio zibethinus (Daun durian)
Daun durian memiliki rikoma bentik sisik, dengan warna cokalat sedikit ke-oranye-an. Selnya termasuk multiseluler karena berjumlah banyak. Di dalam selnya tidak ditemukan adanya sistolit, sehingga termasuk dalam trikoma nonglanduler. Selain itu juga ditemukan trikoma bentuk bintang multiseluler, yang di dalamnya tidak ditemukan adanya sistolit juga.
Daun Orthosiphon sp (Kumis Kucing)
Daun orthosiphon sp memiliki bentuk trikoma rambut multiseluler. Di dalam preparat terlihat jelas bawa dalam satu sel tangkainya, terdapat 4 kepala, yang menandakan bahwa selnya adalah multiseluler. Selain itu juga ditemukan trikoma bentuk globoid yang juga multiseluler. Trikoma ini termasuk glanduler karena di dalam selnya terdapat sistolit.
Daun Artocarpus communis (Daun Keluwih)
Daun Keluwih memiliki bentuk trikoma rambut uniseluler, di dalamnya terdapat sistolit . Trikoma ini berjenis glanduler.
Daun Arachis Hipogea (Daun Kacang Panjan g)
Daun ini memiliki trikoma bentuk rambut, denga sel kepalanya yang berjumlah lebih dari satu. Sehingga termasuk dalam multiselulr. Selain itu juga terdapat trikoma bentuk globoid multiseluler. Kedua bentuk trikoma ini termasuk galanduler Karena memiliki sistolit di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar