Selasa, 27 Desember 2011

mitosis and nekrosis

1. Kariokinesis
          Kariokinesis selama mitosis menunjukkan cirri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom,membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Cirri dari tiap fase pada kariokinesis adalah:
a)  Profase
 
1. Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.
2. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.
3. Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.
4. Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.

b)  Metafase
 
Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.

c) Anaphase
Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan. Pada akhir nanfase, semua kroatida sampai pada kutub masing – masing.

d) Telofase
Pada telofase terjadi peristiwa berikut:
1.    Kromatida yang berada jpada kutub berubah menjasadi benang – benangkromatin kembali.
2.    Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru.
3.    Serat – serat gelendong menghilang.
4.    Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya , terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induknya.
5.     Apoptosis (dari bahasa Yunani apo = "dari" dan ptosis = "jatuh") adalah mekanisme biologi yang merupakan salah satu jenis kematian sel terprogram.[rujukan?] Apoptosis digunakan oleh organisme multisel untuk membuang sel yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh.[rujukan?] Apoptosis berbeda dengan nekrosis.[rujukan?] Apoptosis pada umumnya berlangsung seumur hidup dan bersifat menguntungkan bagi tubuh, sedangkan nekrosis adalah kematian sel yang disebabkan oleh kerusakan sel secara akut.[rujukan?] Contoh nyata dari keuntungan apoptosis adalah pemisahan jari pada embrio.[rujukan?] Apoptosis yang dialami oleh sel-sel yang terletak di antara jari menyebabkan masing-masing jari menjadi terpisah satu sama lain.[rujukan?] Bila sel kehilangan kemampuan melakukan apoptosis maka sel tersebut dapat membelah secara tak terbatas dan akhirnya menjadi kanker.[1]
6.     Apoptosis memiliki ciri morfologis yang khas seperti blebbing membran plasma, pengerutan sel, kondensasi kromatin dan fragmentasiDNA,[2] dan dimulai dengan enzim kaspase dari kelompok sisteina protease membentuk kompleks aktivasi protease multi sub-unit yang disebut apoptosom. Apoptosom disintesis di dalam sitoplasma setelah terjadi peningkatan permeabilitas membran mitokondria sisi luar dan pelepasan sitokrom c ke dalam sitoplasma,[3] setelah terjadi interaksi antara membran ganda sardiolipin mitokondria denganfosfolipid anionik yang memicu aktivitas peroksidase.[4] Apoptosom merupakan kompleks protein yang terdiri dari sitokrom c, Apaf-1 danprokaspase-9.[5] Selain sitokrom c, mitokondria juga melepaskan protein apoptotik lain seperti apoptosis Inducing Factor, endonuclease G, Omi dan Smac/Diablo.
7.     Nekrosis (dari Yunani νεκρός , "mati", νέκρωσις , "kematian, tahap sekarat, tindakan membunuh") adalah prematur kematian dari sel-sel dan hidup jaringan . Nekrosis disebabkan oleh faktor eksternal ke sel atau jaringan, seperti infeksi, racun, atau trauma. Hal ini berbeda dengan apoptosis , yang merupakan penyebab alami terjadi kematian selular. Sementara apoptosis sering memberikan efek bermanfaat bagi organisme, nekrosis hampir selalu merugikan dan bisa berakibat fatal.
8.     Sel yang mati karena nekrosis biasanya tidak mengirimkan sama sinyal kimia pada sistem kekebalan tubuh yang sel yang mengalami apoptosis lakukan. Hal ini mencegah dekatnya fagosit dari menemukan danmelanda sel mati, yang mengarah ke membangun-up jaringan yang mati dan puing-puing sel pada atau dekat lokasi kematian sel. Untuk alasan ini, seringkali diperlukan untuk menghilangkan jaringan nekrotikoperasi , suatu proses yang dikenal sebagai debridement .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar